Minggu, 15 April 2012

MENATAP PANAS DEMI HARAPAN ANAK

Kasih Ibu kepada Beta tak terhingga sepanjang masa, ungkapan ini memang cocok untuk ibu zulaikha, ibu dari 2 anak yang berprofesi sebagai penjual gorengan yang setiap harinya berjalan kaki sekitar 13 kilo meter dari kediamannya jalan raya candi No.5 Puncak Tidar, demi anaknya.
Sabtu siang, suara teriakan kueeeee.. kue mas…  dengan keringat yang membasahi tubuhnya ibu zulaikha berjalan menyusuri jalan dinoyo dari puncak tidar untuk menjual gorengan keliling (14/04), meski perolehannya pas-pasan ibu ini tidak patah semangat, “ saya berjualan keliling memang untuk anak-anakku  yang lagi sakit mas…bibir sumbing, tangan dan kaki keduanya berjari 6, disisi lain anakku yang sedang ikut UAN dengan biaya yang mahal,sementara saya hutang dulu untuk membayarnya karena takutnya anak saya tidak boleh ujian sebelum membayar  uang ujiannya” tuturnya.
“ kalo boleh bilang mas, aku capek setiap hari berjalan sekitar 13 kilo mulai jam setengah 6 pagi sampai jam 12 siang tapi memang hidup itu adalah perjuangan” tambahnya dengan berkaca-kaca.
Sedangkan suami ibu zulaikha, bapak junaidi hanya berprofesi sebagai kerja serabutan  dan sering tinggal dirumah untuk menemani anaknya yang rentan sakit, harapan ibu zulaikha dan bapak junaidi paling tidak anak mereka tidak seperti mereka  sebagai penjual gorengan tetapi menjadi orang yang sukses, menjadi dokter dan dosen.
Pokoknya rasa semangat hidup selalu ada untuk kedua anakku yang menjadi satu-satunya harapan kami untuk masa depan serta keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan ibu zulaikha untuk menghadapi sandiwara hidup ini .
Sungguh mulia jasa ibu zulaikha khususnya dan ibu-ibu di dunia demi mewujudkan cita-cita kedua anaknya rela melakukan apapun hanya untuk sang beta. (ar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar