Kasih
Ibu kepada Beta tak terhingga sepanjang masa, ungkapan ini
memang cocok untuk ibu zulaikha, ibu dari 2 anak yang berprofesi sebagai
penjual gorengan yang setiap harinya berjalan kaki sekitar 13 kilo meter dari
kediamannya jalan raya candi No.5 Puncak Tidar, demi anaknya.
Sabtu
siang, suara teriakan kueeeee.. kue mas… dengan keringat yang membasahi tubuhnya ibu
zulaikha berjalan menyusuri jalan dinoyo dari puncak tidar untuk menjual
gorengan keliling (14/04), meski perolehannya pas-pasan ibu ini tidak patah
semangat, “ saya berjualan keliling memang untuk anak-anakku yang lagi sakit mas…bibir sumbing, tangan dan
kaki keduanya berjari 6, disisi lain anakku yang sedang ikut UAN dengan biaya
yang mahal,sementara saya hutang dulu untuk membayarnya karena takutnya anak
saya tidak boleh ujian sebelum membayar
uang ujiannya” tuturnya.
“
kalo boleh bilang mas, aku capek setiap hari berjalan sekitar 13 kilo mulai jam
setengah 6 pagi sampai jam 12 siang tapi memang hidup itu adalah perjuangan”
tambahnya dengan berkaca-kaca.
Sedangkan
suami ibu zulaikha, bapak junaidi hanya berprofesi sebagai kerja serabutan dan sering tinggal dirumah untuk menemani
anaknya yang rentan sakit, harapan ibu zulaikha dan bapak junaidi paling tidak
anak mereka tidak seperti mereka sebagai
penjual gorengan tetapi menjadi orang yang sukses, menjadi dokter dan dosen.
Pokoknya
rasa semangat hidup selalu ada untuk kedua anakku yang menjadi satu-satunya harapan
kami untuk masa depan serta keterbatasan ekonomi tidak
menyurutkan ibu zulaikha untuk menghadapi sandiwara hidup ini .
Sungguh
mulia jasa ibu zulaikha khususnya dan ibu-ibu di dunia demi mewujudkan
cita-cita kedua anaknya rela melakukan apapun hanya untuk sang beta. (ar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar